BTemplates.com

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 12 April 2020

YUK PAHAMI K3RS

HALOO GAISS,,,, kali ini aku mau memberikan sedikit informasi lagi nih mengenai K3RS. Nah untuk lebih jelasnyaa, yuk pahami resume yang sudah aku share disini, walaupun sedikit semoga bisa bermanfaat bagi kalian semua hehehe..

RESUME MENGENAI K3RS







Reza Annisa

1911211038

K3





Sabtu, 04 April 2020

APA ITU SMK3?

Nahh, disinii aku ingin memberikan sedikit informasi mengenai SMK3, yaa walaupun sedikit tetap jadi ilmu juga gais heheh. YUKK, dibaca,jangan disia-siakan sumber ilmu yang ada OKEYY...

TUGAS RESUME K3









Reza Annisa
1911211038
A2-K3

Sabtu, 28 Maret 2020

PEDULI KESEHATAN DAN KESELAMATAN KUY

TUGAS RESUME K3 

Nahh,, disini mimin ingin memberikan sedikit informasi yang udah mimin ringkas nih. mon maap yaah tulisannya ga rapi gitu mweheheh semoga bermanfaat.....☺









Kamis, 05 Maret 2020

PENDIDIKAN SEKS , APAKAH HAL YANG TABU?


Kenapa Semua Anak Perlu Pendidikan Seks

Kenapa Semua Anak Perlu Pendidikan Seks


Pendidikan seks bukan pornografi
Sayangnya, hingga kini pendidikan seks di sekolah terus ditolak oleh banyak pihak. Alasannya, pendidikan seks dicurigai sebagai kegiatan kontraproduktif dan mengarah pada pornografi. Padahal, minimnya akses formal terhadap pendidikan seks di Indonesia membuat anak dan remaja cenderung untuk memuaskan rasa ingin tahunya melalui saluran lain, seperti internet, film porno, dan teman sebaya yang pada umumnya tidak tepat dan bisa jadi berbahaya
Padahal, pendidikan seks komprehensif akan menjadi efektif untuk menanggulangi pergaulan bebas. Mengutip dari advocatesforyouth.org, pendidikan seks yang komprehensif dan program pencegahan HIV/AIDS yang efektif menunjukkan pengaruh terhadap perubahan perilaku dan/atau mencapai dampak kesehatan yang positif, termasuk menunda melakukan seks pertama, penurunan kejadian seks tidak aman, peningkatan penggunaan kondom dan kontrasepsi, serta tingkat kehamilan dan angka kejadian infeksi menular seksual (IMS) yang jauh lebih rendah.
Di sinilah peran orangtua dibutuhkan sebagai pendidik utama anak, untuk melibatkan mereka dalam diskusi seksualitas dan kesehatan reproduksi. Ketika orangtua berbicara tentang seksualitas dengan anak-anak mereka, Anda bisa memastikan bahwa informasi yang mereka dapatkan adalah informasi yang tepat. Orangtua harus menjadi sumber pertama anak mengenai seks dan seksualitas.

Saat anak penasaran tentang seks, diskusikan. Jangan dianggap tabu.

Studi menunjukkan, semakin sering anak terekspos dengan gambar-gambar seksual di media, akan lebih besar pula keterlibatan mereka dalam aktivitas dan/atau perilaku seksual sejak usia sangat muda. Walaupun begitu, pendidikan seks yang sebenarnya tidak akan menuntun anak menuju pergaulan bebas.
Rasa penasaran mengenai seks adalah langkah alami dari pertumbuhan anak untuk belajar tentang tubuhnya. Pendidikan seks membantu anak untuk lebih memahami tentang tubuh dan membantu mereka mencintai tubuh mereka sendiri.
Jalur komunikasi yang selalu tersedia antar anak-orangtua akan memungkinkan anak untuk terbuka dan berbicara langsung dengan orangtuanya tentang semua permasalahan hidup ABG, termasuk depresi, pacaran, penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang, serta masalah seksual. Juga, memungkinkan orangtua untuk menghindari memberikan satu ‘ceramah’ panjang yang tidak dirasa nyaman oleh anak ABG. Biarkan anak mengungkapkan semua pertanyaan dan opininya sehingga pembicaraan tentang seks menjadi sebuah diskusi, bukan wejangan satu arah saja.
Pendidikan seks juga memberikan kesempatan bagi Anda untuk menanamkan nilai-nilai keluarga anda. Misalnya, jika Anda dan keluarga percaya bahwa hubungan seksual harus diakukan setelah menikah, ini dapat dijadikan topik diskusi dari pembicaraan Anda dengan anak. Jika hal-hal seperti ini tidak pernah didiskusikan sebelumnya, ada kemungkinan besar bahwa anak remaja Anda tidak akan menerima pesan ini.
Riset menunjukkan bahwa anak-anak yang sudah mendapatkan pendidikan seks di rumah dari orangtuanya cenderung untuk tidak terlibat dalam perilaku seksual berisiko.

Bagaimana cara memulai pendidikan seks di rumah?

Saat membicarakan tentang seks dengan anak, pastikan bahwa diskusi tersebut sesuai dengan umur mereka. Jelaskan topik dengan bahasa yang sederhana agar anak Anda paham, dan jangan pula langsung memberikan “kuliah umum” dengan berbagai topik dalam satu waktu sekaligus. Anak-anak cenderung menunjukkan rasa penasaran mereka terhadap kehamilan dan bagaimana bayi dibuat, dibanding dengan mekanisme seks itu sendiri.
Sejak kecil, anak sudah harus bisa mengetahui dan membedakan bagian tubuh, termasuk genitalia. Hindari penamaan ambigu seperti “anu” atau “susu” untuk membantu anak belajar memahami tubuhnya sendiri, dan agar mereka bisa mengidentifikasi masalah dengan tepat saat Anda mencurigai adanya kekerasan seksual yang terjadi pada anak Anda. Jadi, gunakan istilah yang benar sejak awal: payudara, dada, puting, penis, vulva, vagina, testis.
Jika anak balita Anda bertanya darimana bayi berasal, Anda bisa memancingnya dengan bertanya balik, “Menurut kamu gimana?” untuk mengetahui seberapa baik pemahamannya. Anda bisa menjelaskan dengan bahasa sederhana, seperti, “Bayi hidup di rahim mama. Saat bayi sudah besar, ia keluar dari jalur lahir, namanya vagina.”
Tentu Anda bisa memodifikasi penjelasan Anda mengenai seks dan kehamilan sesuai dengan umur anak Anda. Di usia 6-10 tahun, Anda sudah bisa mulai menjelaskan apa itu seks (“seks adalah saat penis dari seorang laki-laki masuk ke dalam vagina perempuan”) dengan penjelasan yang baik dan bahasa yang nyaman bagi Anda dan anak.
Hal penting lainnya adalah pubertas. Mengenalkan pada anak seputar konsep pubertas dan bagaimana fisik tubuh berubah akibat pubertas adalah ide yang baik untuk dilakukan sejak dini, bahkan sebelum anak mencapai masa pubertas. Misalnya, “Dek, coba liat si kakak deh. Sekarang dia jenggotan (atau memiliki payudara) dan suaranya besar, kan? Semua orang seperti itu. Nanti kamu kalau sudah besar juga akan seperti itu. Rambut juga akan tumbuh di penis/vagina kamu, dan di ketiak kamu.”

Beda umur, beda cara menyampaikan

Saat berbicara dengan anak remaja, sampaikan tidak hanya fakta dan informasi seputar seksualitas, namun juga perasaan, pendapat, dan sikap Anda mengenai isu-isu tertentu, seperti seks oral atau isu-isu seksualitas secara umum, sesuai dengan konteks nilai keluarga, agama, atau personal Anda. Beri tahukan risiko dari setiap kondisi secara objektif, termasuk dari sisi emosional, infeksi menular, dan kehamilan tidak diinginkan. Jelaskan pentingnya kontrasepsi, terutama kondom, dan juga bahwa seks oral bukanlah solusi aman dari seks penetrasi vagina.
Jika anak remaja Anda menonton film porno, jangan panik. Jangan pula memarahinya. Gunakan kesempatan ini sebagai pembuka diskusi mengenai apa saja yang telah ia lihat dan sampaikan padanya bahwa penasaran tentang seks itu adalah hal yang lumrah. Sebagai orangtua, Anda wajib menggunakan kesempatan ini untuk meluruskan ‘fantasi’ dan risiko dunia nyata yang mungkin terjadi dari film-film porno, dan bahwa seks adalah hal personal dan privat bagi orang dewasa.
Berbagai faktor seperti tekanan teman sebaya, rasa ingin tahu dan kesepian, misalnya, mengarahkan beberapa remaja dalam aktivitas seksual dini. Tapi, tidak usak usah terburu-buru. Ingatkan anak ABG Anda bahwa seks adalah perilaku orang dewasa. Sampai saat itu, masih banyak cara lain untuk mengekspresikan kasih sayang, dengan cara mengobrol, jalan-jalan, pegangan tangan, mencium, atau memeluk.
Jelaskan pula bahwa tidak ada seorang pun yang harus merasa diwajibkan untuk berhubungan seks atas dasar paksaan atau ketakutan. Segala macam seks atas dasar paksaan adalah bentuk pemerkosaan, tidak peduli pelaku adalah orang asing maupun yang mereka kenal baik.
Selalu tekankan pada anak Anda bahwa tidak adalah tidak, dan pengaruh alkohol maupun obat-obatan akan merusak kemampuannya dalam mengambil keputusan soal seks, dan bisa berujung pada kekerasan seksual.
Pendidikan seks yang dilakukan sejak dini dapat menekan laju angka penderita penyakit kelamin, AIDS dan aborsi yang dilakukan kalangan remaja. Bahkan juga bisa mencegah terjadinya prilaku penyimpangan seks. Materi seks tidak perlu ditutup-tutupi, karena akan menjadikan siswa bertambah penasaran dan ingin mencobanya. Namun, perlu juga disertai dengan penjelasan akibat seks itu sendiri.
Berikut manfaat dari sex education:
1.Untuk mengetahui informasi seksual bagi remaja.
2.Agar anak memiliki kesadaran pentingnya memahami masalah seksualitas.
3.Agar anak memiliki kesadaran akan fungsi-fungsi seksualnya.
4.Agar anak memahami masalah-masalah seksualitas remaja.

5.Agar anak memahami faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya masalah-masalah seksualitas.



 untuk melihat secara lebih dalam tentang kenapa sih pendidikan sex itu penting dikalangan anak-anak dan remaja, KUYY... tonton video aku dibawah ini : 

Rabu, 04 Maret 2020

ANCAK LO MAH

HALLOO GAISS...
Kali ini mimin mau mempublikasikan sebuah karya tangan anak bangsa mwehehe.
TEPATNYA AKU DONK WKWK
yuqqq,, kepoin yaa
dijamin pasti PUITIS WKWKWK


Menolak Lupa
Karya : Reza Annisa




Hasil gambar untuk kenangan
 

Secercah kepingan kenangan berserak

Mengukir kisah yang sudah lama tak ku pandang

Teruntai lepas didalam ruang berselimut debu

Mengingatkan akan memori yang belum terselesaikan 

Mungkin...

 Waktu tak bisa menghapus jejak yang tertanam dalam

Bayangan menghampiri tanpa mengusik raga

Andai....

Hati dan raga berdampingan

Inginku menghapusmu

Inginku membuang rindu yang tak kunjung sampai

Namun apalah daya

Jika memori menolak lupa akan kenangan....

Senin, 02 Desember 2019

Tahukah Anda Bulimia Nervosa ?

Apa itu bulimia?




Bulimia adalah gangguan pola makan. Penderita bulimia seringkali tidak dapat berhenti makan dan selalu melahap sejumlah besar makanan dalam jangka waktu pendek tanpa bisa dikontrol. Lalu, karena ketakutan berlebih akan kegemukkan, mereka akan membuat diri mereka muntah, berpuasa, dan berolahraga sangat keras namun tidak teratur untuk menurunkan berat badan, sehingga pasien dengan bulimia biasanya tidak mengalami kelebihan berat badan.

Penyebab Bulimia
Penyebab utama bulimia belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diduga dapat memicu seseorang terkena bulimia, yaitu:
  • Faktor keturunanJika salah satu anggota keluarga inti (orang tua atau saudara kandung) menderita atau memiliki riwayat bulimia, maka risiko seseorang untuk menderita kelainan yang sama akan meningkat.
  • Faktor emosional dan psikologis Risiko terkena bulimia makin tinggi jika seseorang mengalami gangguan emosional dan psikologis, seperti depresi, rasa cemas, gangguan stres pascatrauma (PTSD), dan obsessive compulsive disorder (OCD).

Gejala Bulimia

Gejala awal seseorang menderita bulimia adalah kebiasaan melakukan diet ketat dengan tidak makan sama sekali atau hanya mengonsumsi makanan tertentu dalam jumlah yang sangat sedikit.
Kondisi ini terus berlangsung hingga penderita kehilangan kendali dan mengonsumsi makanan secara berlebihan, meskipun dirinya tidak merasa lapar. Kebiasaan ini muncul karena masalah emosional, seperti stres atau depresi.
Penderita akan merasa bersalah, menyesal, dan membenci diri sendiri, sehingga memaksa tubuhnya untuk mengeluarkan semua makanan dengan cara tidak alami, seperti menggunakan obat pencahar atau memaksa diri untuk muntah.
Gejala psikologis lainnya yang dapat muncul pada bulimia adalah:
  • Merasa takut gemuk.
  • Selalu beranggapan negatif terhadap berat badan dan bentuk tubuhnya sendiri.
  • Kecenderungan menyendiri dan menarik diri dari lingkungan sosial.
  • Rasa percaya diri rendah dan cemas.
  • Tidak mau makan di tempat umum atau di hadapan orang lain.
Selain itu, penderita bulimia juga dapat menunjukkan gejala fisik, berupa:
  • Tubuh terasa lemah.
  • Radang tenggorokan.
  • Sakit perut atau perut kembung.
  • Pembengkakan di bagian pipi dan rahang.
  • Gigi rusak dan bau mulut.



Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk bulimia?

Faktor utama yang meningkatkan kemungkinan terkena bulimia di antaranya:
  1. Masa remaja atau transisi menuju kedewasaan
  2. Wanita lebih rentan mengalami bulimia dibandingkan pria;
  3. Memiliki orang tua atau saudara kandung yang memiliki riwayat gangguan pola makan
  4. Berada di bawah tekanan sosial, khususnya media massa yang selalu menunjukkan postur badan kurus sebagai standar kecantikan
  5. Memiliki gangguan mental seperti ketidakmampuan mengontrol kemarahan, depresi, gangguan kegelisahan, juga gangguan obsesif-kompulsif
  6. Di bawah tekanan pekerjaan apabila Anda seorang model, aktris, atau penari
  7. Tertekan untuk memiliki berat badan tertentu apabila Anda seorang atlet

Pencegahan Bulimia

Langkah pencegahan bulimia belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Namun, peran keluarga dan teman dapat membantu mengarahkan penderita bulimia ke arah perilaku yang lebih sehat. Cara yang dapat dilakukan adalah:
  • Meningkatkan rasa percaya diri dengan saling memberikan motivasi untuk selalu hidup sehat setiap hari.
  • Menghindari pembicaraan yang berhubungan dengan fisik atau yang memengaruhi psikologis penderita, misalnya badannya terlalu kurus atau gemuk, serta wajahnya tidak cantik.
  • Mengajak anggota keluarga untuk selalu makan bersama keluarga.
  • Melarang diet dengan cara tidak sehat, seperti menggunakan obat pencahar atau memaksakan diri untuk muntah.



Nahh kan sekarang udah tau bukan apa itu bulimia nervosa?? Untuk yang sering melakukan pola diet atau ingin tampil cantik maksimal ga harus dengan begitu caranya, jadi ideal ga harus menyakiti diri sendiri kan kasian apalagi udah pernah disakiti doi ehh bertimpa timpa kan masalah wkwkw canda deng. nih ya mimin kasih tau, apapun penampilan mu jadilah diri sendiri jangan mengikuti gaya hidup orang lain yang menurut mu itu sempurna, belum tentu orang yang dibilang sempurna itu disisi dalamnya sempurna juga, cantik ga harus fisik, yang lebih penting itu inner beauty nya hehe sekiann duluuu semoga bermanfaat yaa bagi semuaa salam jumpa dari mimin uyeee!!!


sumber :



Reza Annisa
1911211038
Ilmu Kesehatan Masyarakat
Universitas Andalas
Dosen Pengampu : Emy Leonita, SKM., M.Ph.